Galian parit bagaikan proyek hantu.

Diposting oleh MAJALAH BERITA REPORTASE MEDAN pada 14:47, 19-Agu-11






laporan suheri can.
Proyek ini mirip proyek siluman yang tak punya penanggung jawab. Semua pihak termasuk kepling lurah dan para pekerja dilapangan tak mengenal siapa penanggung jawab nya. Semua mengaku hanya sebagai anggota yang tak mengetahui apapun terkait keberadaan proyek. Demikian dituturkan sejumlah pemuda dikawasan proyek galian parit yang berlokasi dikawasan JL garu1 dan JL selamat Gg bakti abri link 3 kel siti rejo 3 kec medan amplas. Pasalnya warga dan para pemuda mengaku kesulitan menemui pemborong/penanggung jawab proyek galian parit tersebut. Padahal warga mengaku banyak hal yang ingin dibicarakan terkait persoalan proyek galian parit yang menyisakan masalah kenyamanan warga yang ada disekitar nya seperti, tidak adanya titian yang tersedia terutama jalan akses menuju ke pekarangan rumah warga. Seperti hal nya yang dialami warga salah seorang pengusaha bengkel mobil di kawasan galian parit tersebut misalnya. Dia mengaku bahwa pelanggan nya mengalami kesulitan untuk keluar masuk menuju lokasi bengkel yang letak nya tepat di tepi jalan lingkungan 3 Gg bakti abri medan. Pasalnya tak ada landasan atau titian yang dapat dilewati mobil untuk keluar masuk.


"jadi payah orang masuk mau betulin mobil nya, padahal bengkel ini mata pencarian satu-satunya, gak masalah mau mereka kerja selama apapun, tapi mbok ya jangan mengganggu mata pencarian orang lah"] ungkap seorang bpk pemilik bengkel tersebut pada wartawan jumat 21.08.2011 pada kesempatan yang sama pula, sejumlah pemuda mengaku belum mendapatkan honor jaga malam yang sudah mereka laksanakan beberapa hari terhitung sejak dimulainya proyek galian parit ini. Mereka mengaku sudah beberapa malam begadang menjaga bahan material proyek, namun belum ada itikad baik dari penanggung jawab proyek itu untuk menemui mereka guna menyelesaikan honor jaga malam yang sudah mereka jalani.


"serba salah bang, tak dijaga kalau ada barang-barang yang hilang, pasti kami yang jadi sasaran tuduhan mereka. Tapi udah dijaga, jangan kan honor, minum kopi pun tak kami dapatkan tiap malam."] tutur salah seorang pemuda yang merasa kecewa terhadap sikap penanggung jawab proyek galian parit tersebut.
Benar saja, saat wartawan meminta konfirmasi kepada pihak pemborong, jangan kan untuk bertemu, wartawan pun sangat sulit mendapat kan akses untuk berhubungan dengan penanggung jawab proyek tersebut. Para pekerja pun mengaku tidak mengetahui siapa nama pemborong yang bertanggung jawab atas proyek tersebut. Bahkan lurah kelurahan siti rejo 3 kec medan amplas pun mengaku tidak tahu menahu tentang keberadaan proyek galian parit tersebut. Lurah hanya tahu bahwa proyek itu ditangani P U. namun lurah mengaku tidak mengetahui siapa pembnrong dan penanggung jawab proyek tersebut. Ironis memang, sebuah proyek pemerintah yang menghabiskan anggaran hingga ratusan juta rupiah, berjalan tidak singkron antara lembaga satu dan lembaga lain nya. Proyek inipun terkesan ditutupi dari media yang notabeni memiliki fungsi sebagai sosial countrol guna menciptakan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara yang bertujuan menciptakan kenyamanan dan kesejahtraan rakyat. Hal inilah yang kerap kali menimbulkan dugaan miring terhadap semua proyek pemerintah, mana kala para penanggung jawab terkesan menutup akses informasi kepada publik yang mestinya berhak mendapatkan informasi tersebut. Inilah cerminan bangsa yang mengaku sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Sayang nya, para oknum yang menangani jalan nya pemerintahan di negri ini, tak jarang menyalahkan media atas pemberitaan yang muncul, menurut mereka, media kerap kali memunculkan pemberitaan yang tak berimbang dan hanya mendengar sebelah pihak saja. Padahal fakta nya, saat awak media mencoba menjalankan profesionalime nya sebagai seorang jurnalis, tak jarang para oknum pejabat pengelola negri ini, kerap kali menghilang bagai seorang yang diliputi rasa ketakutan yang teramat besar, sehingga sulit untuk ditemu.

Demikian tim liputan MAJALAH ONLINE REPORTASE memberitakan.


Akses berita online kami di www.m-reportase.heck.hn

SIMAK JUGA BERITA MENDALAM NYA DALAM VERSI INFESTIGASI dalam format cetak di MAJALAH BERITA REPORTASE yang terbit setiap bulan nya dan beredar di seluruh sumatra utara.

Reporter.
Suheri can
hp 085361311957

ISENG ISENG JADI PENGHASILAN UTAMA

Diposting oleh MAJALAH BERITA REPORTASE MEDAN pada 18:25, 20-Jul-11


kata orang untuk menjalan kan sebuah usaha. Harus difikirkan secara matang dan penuh keseriusan.

SEKOLAH IKUT ANDIL MARAK NYA KORUPSI DI INDONESIA

Diposting oleh MAJALAH BERITA REPORTASE MEDAN pada 12:01, 11-Jul-11

Segenap rakyat di negri ini mengaku gerah dan marah akibat marak nya tindak pidana korupsi yang melibat kan para elit politik negri ini.
Penyelewengan dana, penyuapan, pembajakan hak cipta, pemalsuan uang serta pemalsuan dokumen-dokumen penting lain nya, bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan. Saling menjegal, saling menghujat, merupakan pertunjukan yang kerap kali di pertonton kan para pejabat kepada rakyat melalui siaran televisi maupun media cetak. Banyak orang menilai ini merupakan pendidikan buruk yang dikawatirkan dapat merusak mental anak negri penurus masa depan bangsa.
Mungkin memang ada benar nya, namun jika kita coba mengamati dan mentela'ah secara objektif, maka mungkin kita punya perseps yang berbeda dalam mengamati akar persoalan serta penyebap yang sesungguhnya, mengapa mental-mental korupsi, semakin subur di hati para pejabat. Mungkin pantas rasanya jika ada sebahagian pengamat yang berpendapat bahwa, lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah, mempunyai andil yang cukup besar, terhadap perkembangan benih-benih mental korupsi di hati para pemimpin negri ini.
Betapa tidak, fakta yang terlihat mungkin tak dapat dibantah, bahwa pungli yang terjadi di hampir seluruh lembaga pendidikan negri, merupakan fakta yang tak bisa disembunyikan lagi.
Bayang kan, terungkap nya sejumlah kasus pungli yang dilakukan sejumlah sekolah negri di beberapa daerah di indonesia, merupakan cermin betapa bobrok nya birokrasi serta pendidikan mental yang diterap kan oleh para pengelola lembaga pendidikan. Bayang kan saja, hanya untuk dapat masuk ke sekolah milik pemerintah sajapun, rakyat sudah disulitkan dengan pungli yang diterapkan oleh sejumlah sekolah negri di tanah air.
Tidak tanggung tanggung, bahkan tak jarang jumlah nya malah lebih tinggi dibanding kan dengan biaya pendaftaran di sekolah suasta sekalipun.
selain disulitkan dengan mahalnya pungli, rakyat terkadang pun masih saja disulitkan dengan sistem nepotisme dan beking membekingi hanya untuk dapat diterima di sekolah negri, yang memang cukup mendapat minat yang tinggi dari para calon anak didik.
Seperti yang terjadi di salah satu SMA N di kota medan misal nya. Saat wartawan menyaru sebagai salah seorang dari orangtua calon siswa yang akan mendaftar, wartawan coba menemui kepalah sekolah untuk melakukan lobi-lobi agar anak yang akan didaftar kan diterima menimba ilmu di sekolah tersebut.
Namun, belum lagi sempat bertemu dengan kepala sekolah, wartawan sudah dimentahkan dengan pernyataan dari salah seorang pegawai dengan ungkapan-ungkapan yang sungguh sangat tidak sedap ditelinga.
Pegawai sekolah mengungkap kan, tidaklah gampang untuk dapat mendaftarkan anak masuk ke sekolah negri, menurut nya selain biaya pelicin yang besar, biasa nya calon siswa pun harus juga punya memo dari para pejabat, seperti kadisdik, wali kota dan lainnya."
benar saja, saat wartawan mencoba untuk mengkonfirmasi kepada kepala sekolah, terkait pernyataan yang disampaikan pegawai sekolah pada wartawan, ternyata untuk menemui kepala sekolahpun wartawan mengalami kesulitan. Pasal nya kepsek kerap kali tidak dapat ditemui dengan alasan sedang tak ada ditempat.
Tidak cuma hanya terjadi pada tingkat SMA saja, pungli yang terjadi pada sekolah negri inipun juga terjadi pada tingkat SD dan SMP negri di beberapa sekolah negri di wilayah sumatra utara.
Seperti yang terjadi di salah satu sekolah negri di kawasan JL sm raja misalnya.
Menurut sejumlah orang tua siswa yang kami rahasiakan nama nya, mereka mengaku untuk dapat memasukan anaknya ke sekolah negri, mereka dibebani dengan uang pelicin yang jumlah nya antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah, jika tak ada uang pelicin, maka jangan bermimpi anak kita bisa diterima disekolah tersebut, itulah sebapnya maka tak jarang pihak sekolah membuat peraturan yang lumayan sulit, sebagai syarat pendaftaran." Demikian dituturkan para orang tua siswa pada tim infestigasi majalah berita reportase.
Lalu, sekolah-sekolah negri mana sajakah yang terindikasi kerap melakukan pungli terhadap para siswanya..?
Redaksi akan memuat daftar nama sekolah yang diduga melakukan pungli, berdasarkan keterangan dari para siswa maupun dari para orang tua kepada wartawan. Lalu apakah tanggapan dari para kepala sekolah tentang dugaan pungli yang diarahkan pada oknum pegawai sekolah yang dipimpinya?
Berikut daftar nama sekolah sekaligus komentar kepala sekolahnya.???

ISRA' MI'RAJ DAN DZIKIR AKBAR MAJELIS TAKLIM ASMA'UL HUSNAH KAROMAH

Diposting oleh MAJALAH BERITA REPORTASE MEDAN pada 17:56, 02-Jul-11

Dengan semangat yang kuat demi menegak kan si'ar islam, ditengah gejolak masyarakat yang sibuk mementingkan diri sendiri-sendiri. Sekelompok warga di JL trimurti pasar 6 dusun V desa bandar khalipa Kecamatan percut seytuan menggelar sebuah kegiatan ISRA'MI'RAJ sekaligus pelantikan dan sosialisasi MAJELS TAKLIM DZIKIR ASMA'UL HUSNAH KAROMAH, selasa 28.07.2011 bertepatan dengan malam ISRA'MI'RAJ 27 rajab 1432.H.
Kegiatan yang diselenggarakan secara sederhana itu bertempat di YAYASAN ASSAHIDAH di kawasan kecamatan Percut seituan deli serdang sumatra utara.
Acara yang tergolong istimewa ini mendapat kan sambutan dari tokoh agama dan masyarakat sekitar, pasalnya pada kegiatan yang religius ini, masyarakat diajak ber munajad kepada Allah dengan terlebih dahulu melakukan Dzikir akbar terlebih dahulu.
Kegiatan ini dimaksud kan untuk membantu warga yang hadir agar dapat terlepas dari segala penyakit baik penyakit medis, maupun penyakit non medis, dengan bermunajad kepada Allah melalui prantara air yang dapat dibawa pulang untuk diminum sebagai obat.
Acara yang dihadiri oleh para tokoh agama setempat ini berlangsung hikmat,
pada kesempatan ini, ustad idam yaqub selaku salah satu pembina di yayasan tersebut Yang juga berkesempatan hadir, sekaligus memberikan kata sambutan nya menyampaikan, kebanggaan nya pada seorang ustad muda yang gigih berjuang mendirikan fasilitas pendidikan agama yang tergolong non komersil {sukarela} bagi anak anak sekitar di kecamatan percut seituan. Meskipun masih banyak kendala dan rintangan yang tengah dihadapi oleh ustad muhammad budiono Al amin atau yang juga akrab disebut ki ageng mas sahid selaku pendiri yayasan assahida.
"Kebanggaan rasa syukur Pada Allah swt. Ditengah tengah kurang nya perhatian umat terhadap pendidikan agama, ternyata masih ada sosok pemuda yang bersemangat penuh iklas, mendirikan sebuah YAYASAN pendidikan agama yang diperuntukan bagi anak-anak para calon pemimpin bangsa..
Berat memang perjuangan ini, namun diharapkan agar ustad budiono mampu menghadapinya dengan keteguhan hati serta semangat yang kuat dalam niat ikhlas nya membela dan memperjuang kan agama Allah ini kedepan nya."
Ustad idam yaqub Juga mengajak para jama'ah yang hadir, untuk segera melepas segala atribut keduniawian nya dalam bermunajad kepada Allah SWT.
Dengan demikian, diharap kan semua jama'ah dapat bermunajad dengan hikmat dan khusyu', agar apapun yang dihajad kan para jama'ah terutama yang sedang menderita sakit, segera mendapat kan kesembuhan dari Allah SWT.
Acara ISRA'MI'RAJ dan DZIKIR AKBAR ini, juga menghadirkan penceramah yang di isi oleh Al ustadz Drs Indra suheri, yang juga salah seorang pengurus vorum umat islam {VUI} sumut.
Dalam tausiyah nya, AL USTAZ memandang penting nya kejujuran dalam menjalan kan kehidupan di tengah keserakahan dan minim nya iman sebahagian besar umat dewasa ini.
Ustad indra mengatakan, tak jarang orang tega menghianati saudara nya hanya demi kepentingan duniawi semata. Orang kini sangat mudah berbohong, apalagi dengan fasilitas tegnologi komunikasi sekarang yang sangat mempermudah seseorang untuk melakukan kebohongan, seperti penggunaan alat komunikasi phonsel..
"kita sama-sama pasti menyadari, sangat sulit menemukan orang jujur dizaman sekarang ini.
Cobak kita contohkan dengan phonsel saja misal nya, kita dengan mudah mengatakan hal-hal yang berdusta, kita bilang kita udah dijalan, padahal kita masih ada dirumah."
Diakhir tausiyah nya, ustad Indra suheri sempat menyinggung peristiwa penghancuran masjid dikawasan tembung pasar tujuh yang dilakukan oleh 6 ormas islam dan didukung oleh dua orang oknum MUI.
Menyadari kegiatan ini diliput oleh media masa, ustad Indra suheri mengaku bersedia memberikan keterangan terkait kronologis peristiwa itu, apabila diminta oleh media terkait.
Masi dalam suasana acara, ustad budi al amin juga berkesempatan memberikan sosialisasi pada seluruh jama'ah yang hadir, untuk bergabung dalam majelis Asma'ul husnah karomah, yang pertemuan nya sendiri dilaksanakan pada setiap malam jum'at selepas sholat isya bertempat di ruangan belajar YAYASAN ASSAHIDAH di JL trimurti pasar 6 dusun V desa bandar khalipa kecamatan percut seituan kabupaten deli serdang dibawah pimpinan ki ageng mas sahid {Ustad muhammad budiono al amin. Dirinya juga menambahkan, telah membuka pelayanan konsultasi sekaligus pengobatan penyakit baik medis maupun non medis, selain itu untuk masyarakat yang juga mempunyai berbagai persoalan kehidupan, MAJELIS yang dipimpin nya ini juga menerima masyarakat yang ingin ber konsultasi.
Disela sela acara ustad budi menyampaikan pada wartawan, bahwa majelis ASMA'UL HUSNAH KAROMA ini dibentuk untuk memberikan dan menumbuhkan kecintaan umat terhadap Allah SWT, serta meningkat kan uquah islamiah antar seluruh umat muslim di kecamatan percut seituan dan bahkan di seluruh kabupaten kota di sumatra utara.
"MAJELIS ini Insya Allah akan berupaya memberikan manfaat bagi umat yang membutuhkan, kami berupaya ber daqwah dengan cara memberikan pengobatan kepada siapapun yang menderita sebuah penyakit, tentunya pengobatan disini adalah sebuah metode pengobatan secara Islami dan tradisional."
Ustad budi menambahkan, Insya Allah selalu siap diundang kemanapun baik dalam dan luar negri, bagi siapapun yang ingin berkonsultasi dan ingin dilakukan pengobatan untuk orang-orang yang ada di luar sumatra utara.
Saat disinggung masalah pembiayaan oprasional kegiatan belajar mengajar Di YAYASAN yang di dirikan nya, ustad budi mengaku, bahwa pembiayaan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh yayasan ini, sebahagian besar nya bersumber dari para umat yang mendapat kan kesembuhan setelah berobat dengan cara dzikir dan Do'a Yang dilakukan oleh majelis taklim ASMA'UL HUSNAH.
Selain itu, biaya lain nya juga bersumber dari Infaq para donatur tetap termasuk para hamba Allah yang berada di luar sumatra utara.
Sebap ustad budi mengaku bahwa sejauh ini belum ada perhatian dari pemda terkait pemberian bantuan untuk kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di yayasan assahida yang di pimpin nya ini.
"wah, selama ini kami sudah coba mengirimkan dan mengajukan profosal kepada Pemprofsu maupun pemkab deli serdan. Namun sejauh ini kami hanya menerima janji-janji semata, sedang kan bantuan yang diharapkan tak juga kunjung kami dapatkan."
Ustad budi juga menyampaikan harapan nya pada pemerintah, agar dapat mendukung dan memberikan perhatian nya terhadap kegiatan yang sedang dikelolanya ini, sebap, menurut nya kegiatan ini juga termasuk kegiatan yang membantu program pemerintah, dalam upaya menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan bertaqwa kepada Allah SWT.
Ustad budi mengaku masih sangat membutuhkan banyak bantuan untuk pengembangan yayasan yang dipimpin nya, sebap dirinya beserta pengurus yayasan lain nya, sedang dalam upaya membangun fasilitas rumah singgah, yang nantinya dapat menampung anak-anak jalanan yang tidak memiliki tempat tinggal, sekaligus memberi pembinaan kepada penghuni rumah singga tersebut.
LIPUTAN
{SUHERI CHAN}